BLITAR – Ribuan pecinta sepeda motor dari berbagai daerah turut meramaikan rangkaian Festival Hari Lahir (Harlah) ke-7 Majelis Sabilu Taubah yang diasuh Gus Iqdam. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah kegiatan Riding 2 Stroke yang digelar pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut mengambil titik pemberangkatan dari halaman Kantor Kabupaten Blitar, Kanigoro. Ribuan rider kemudian bergerak menuju kawasan Markas Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, secara langsung melepas para peserta riding. Berdasarkan laporan media, jumlah peserta mencapai sekitar 5.000 rider, yang datang tidak hanya dari Blitar tetapi juga dari berbagai daerah di Nusantara.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkendara bersama. Sebelum rombongan diberangkatkan, peserta juga diajak untuk berdoa bersama bagi masyarakat yang tengah mengalami musibah di sejumlah daerah Indonesia.
Pengasuh Sabilu Taubah, Gus Iqdam, menyampaikan bahwa riding menjadi salah satu rangkaian Festival Harlah ke-7 yang sengaja melibatkan para pemuda dan komunitas pecinta motor dari berbagai daerah. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat tetap rukun dan bersama-sama menuju kegiatan yang memberikan dampak positif.
Bupati Blitar juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan riding dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, menumbuhkan solidaritas serta memberikan wadah positif bagi generasi muda.
EDI WARGA KEBONDUREN: JAGA KETERTIBAN DAN KEKOMPAKAN
Salah satu jamaah yang turut mengikuti sekaligus ikut mengawal jalannya kegiatan, Edi, warga Kebonduren, mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Menurut Edi, kegiatan riding Harlah ke-7 Sabilu Taubah bukan hanya persoalan kendaraan dan perjalanan bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarjamaah dan komunitas.
«“Saya ikut riding sekaligus membantu mengawal jalannya kegiatan. Bagi saya ini bukan sekadar riding atau kumpul-kumpul motor, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan. Yang paling penting semua peserta bisa tertib, saling menghormati dan menjaga keamanan selama perjalanan,”
“Pesertanya sangat banyak dan datang dari berbagai daerah. Saya berharap seluruh jamaah dan teman-teman komunitas tetap menjaga ketertiban, jangan sampai kegiatan yang tujuannya baik justru terganggu karena hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tunjukkan bahwa komunitas motor juga bisa tertib, santun dan membawa manfaat,” tambahnya.»
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang positif bagi anak muda, khususnya untuk membangun persaudaraan dan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
BUKAN SEKADAR PERAYAAN
Harlah ke-7 Sabilu Taubah sendiri tidak hanya diisi kegiatan riding. Pemerintah Kabupaten Blitar mencatat rangkaian festival juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, antara lain bakti sosial, pemeriksaan gigi gratis, donor darah, pangkas rambut, hapus tato serta pemberian ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Festival Harlah ke-7 Sabilu Taubah diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat.
Riding ribuan motor pun akhirnya menjadi salah satu gambaran bagaimana komunitas, jamaah dan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam satu kegiatan dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. (BW)