SIDOARJO – Suasana di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mendadak diwarnai kepanikan. Ratusan santri harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Insiden tersebut mulai dirasakan beberapa jam setelah para santri menyantap makanan yang diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Berdasarkan informasi awal, para santri mulai mengeluhkan gangguan kesehatan setelah melaksanakan salat Zuhur. Memasuki waktu Asar, keluhan mulai bermunculan dan jumlah santri yang mengalami gejala kesehatan terus bertambah.
Situasi semakin serius setelah waktu Magrib. Para santri yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi secara bertahap menggunakan ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo.
Data awal yang dihimpun menyebut sedikitnya 120 santri telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Namun, seiring proses pendataan dan evakuasi yang terus berlangsung, jumlah tersebut meningkat signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut sebanyak 293 santri telah mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit.
Sementara itu, laporan awal mencatat para santri tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya dan RS Pusura Gelam.
Di RSI Siti Hajar saja, jumlah pasien dari Ponpes Manbaul Hikam pada malam hari sempat mendekati 60 orang. Pihak rumah sakit menyatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis, sementara pasien yang kondisinya stabil menjalani observasi dan mereka yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dipindahkan ke ruang rawat inap.
Keluhan Mual hingga Diare
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan para santri yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, sebagian besar santri mengalami gejala yang hampir serupa, di antaranya mual dan diare. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga memastikan penanganan terhadap para santri terus dilakukan dan meminta masyarakat, khususnya orang tua santri, tidak panik.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut hingga kini masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Sampel makanan dari SPPG Kalitengah disebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Ambulans Hilir Mudik, Orang Tua Menunggu Kepastian
Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Puluhan ambulans tampak keluar-masuk kawasan pesantren untuk melakukan evakuasi.
Di luar gerbang pondok, sejumlah orang tua dan wali santri juga terlihat berkumpul. Mereka menunggu informasi mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dibawa ke rumah sakit.
Situasi di kawasan pesantren juga mendapat pengamanan dari aparat. Personel TNI terlihat berada di lokasi untuk membantu menjaga situasi sekaligus mendukung proses evakuasi para santri.
Pihak pesantren sebelumnya juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari program MBG yang disalurkan melalui SPPG Kalitengah. Pengurus pesantren menyebut isu mengenai adanya korban meninggal tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan medis terhadap para santri masih berlangsung. Sementara itu, pemeriksaan terhadap makanan dan sumber penyebab kejadian masih menjadi bagian dari upaya untuk mengungkap secara pasti apa yang menyebabkan ratusan santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan.
Catatan: Angka korban dalam peristiwa ini bersifat dinamis. Data awal yang sempat tercatat 120 santri kemudian berkembang menjadi 293 santri berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, perkembangan jumlah pasien masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan. (Red)