Blitar – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pertemuan antara penyuluh perikanan Kabupaten Blitar dengan warga calon penerima manfaat Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (18/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, Jalan S. Supriyadi No. 76, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan sinergi guna mendukung persiapan Program Budidaya Ikan Darat Tematik Desa.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Asrori selaku perwakilan calon penerima manfaat hadir dan berdiskusi langsung dengan para penyuluh perikanan. Ia mewakili 15 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Blitar.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk membangun pemahaman bersama, bertukar informasi, serta menyelaraskan persepsi terkait tahapan program yang tengah diajukan.
Bagi calon penerima manfaat, keberadaan penyuluh perikanan dinilai sangat penting. Pendampingan tidak hanya dibutuhkan pada saat pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), tetapi juga diharapkan dapat berlanjut hingga tahap implementasi program di lapangan.
Dengan pendampingan yang berkesinambungan, para pembudidaya diharapkan tidak berjalan sendiri. Mereka dapat memiliki akses konsultasi ketika menghadapi kendala teknis maupun tantangan dalam pengelolaan budidaya.
“Harapannya sinergi ini dapat terus terjalin dengan baik. Kami sangat membutuhkan pendampingan dari para penyuluh, baik pada saat bimtek maupun ketika program sudah berjalan di lapangan. Yang terpenting, program dapat terlaksana dengan baik dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Imam Asrori.
Program ini melibatkan calon penerima manfaat dari 15 desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar, yaitu Desa Karangrejo, Desa Pojok, Desa Sidodadi, dan Desa Slorok di Kecamatan Garum; Desa Bangsri dan Desa Kedawung di Kecamatan Nglegok; Desa Karangbendo, Desa Kebonduren, dan Desa Ponggok di Kecamatan Ponggok; Desa Kendalrejo, Desa Maron, dan Desa Wonorejo di Kecamatan Srengat; Desa Dayu dan Desa Kemloko di Kecamatan Nglegok; serta Desa Slemanan di Kecamatan Udanawu.
Banyaknya kelompok dan desa yang terlibat menunjukkan bahwa potensi budidaya ikan darat di tingkat masyarakat cukup besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh pengelolaan yang baik, peningkatan kapasitas, serta pendampingan yang konsisten agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, komunikasi sejak tahap awal menjadi hal yang sangat penting. Dengan adanya dialog antara calon penerima manfaat, penyuluh, dan pihak terkait, berbagai aspek dapat dibahas secara terbuka sehingga pelaksanaan program memiliki arah yang jelas dan terukur.
Bagi masyarakat, program ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan atau fasilitas budidaya, tetapi juga sebagai upaya peningkatan kapasitas kelompok, pengembangan usaha, serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Pertemuan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif. Setelah proses pengajuan berjalan, tahapan selanjutnya diharapkan dapat dilanjutkan dengan koordinasi, bimbingan teknis, pendampingan, serta monitoring secara terpadu.
Dengan semangat kolaborasi dan komunikasi yang efektif, Program Budidaya Ikan Darat Tematik Desa diharapkan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Lebih dari itu, program ini diharapkan benar-benar tumbuh dari masyarakat, dikelola secara bersama, serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi para pembudidaya ikan di Kabupaten Blitar.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis. Dari komunikasi yang baik diharapkan lahir kerja sama yang solid, pendampingan yang berkelanjutan, serta program budidaya ikan yang tidak hanya berjalan pada tahap pelaksanaan, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. (BW)