BLITAR — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Organisasi Masyarakat (ORMAS) BIDIK DPD Jawa Timur menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai refleksi bersama dalam membangun bangsa yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat.
Bagi ORMAS BIDIK DPD Jawa Timur, kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, pengibaran bendera, maupun rangkaian kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama untuk memastikan cita-cita bangsa sebagaimana amanat konstitusi benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketua ORMAS BIDIK DPD Jawa Timur, Sultan Abimanyu menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan dan berbagai program pembangunan di Jawa Timur.
«“Kami akan terus mengawal program-program pemerintah, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah perlu mendapat dukungan ketika programnya berpihak kepada rakyat, tetapi juga harus siap dikritisi ketika ditemukan persoalan yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat,” tegas Sultan Abimanyu.»
Menurutnya, pengawasan terhadap pemerintahan merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Kritik, kontrol sosial, dan partisipasi masyarakat harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, bukan sebagai bentuk permusuhan terhadap pemerintah.
Keadilan dan kondisi ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian ORMAS BIDIK DPD Jawa Timur. Di tengah berbagai program pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, pemerintah dinilai tetap perlu memastikan bahwa manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya masyarakat kecil dan kelompok yang membutuhkan perlindungan.
«“Kemerdekaan harus mempunyai makna nyata bagi rakyat. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat dari angka dan proyek, sementara masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, mencari pekerjaan, mendapatkan pelayanan publik, atau memperoleh keadilan. Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang mampu mendengar suara rakyat dan berani melakukan evaluasi ketika kebijakan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Abimanyu.»
BIDIK DPD Jawa Timur juga menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta terbuka terhadap kritik. Setiap penggunaan anggaran negara maupun daerah harus dapat dipertanggungjawabkan karena pada hakikatnya anggaran tersebut bersumber dari uang rakyat.
Menurut Abimanyu, masyarakat tidak boleh apatis terhadap perkembangan pemerintahan. Sebaliknya, masyarakat harus ikut mengawasi pembangunan sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
«“Kami ingin membangun budaya pengawasan yang sehat. Kalau program pemerintah bagus, kita dukung. Kalau ada kekurangan, kita sampaikan kritik dan masukan. Kalau ada dugaan penyimpangan, tentu harus dikawal melalui mekanisme hukum yang benar. Intinya, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas,” tambahnya.»
Cinta Tanah Air dan NKRI Harga Mati
Dalam momentum HUT ke-81 RI, ORMAS BIDIK DPD Jawa Timur juga mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, serta memperkuat semangat kebangsaan.
“Mari kita tanamkan kepada generasi muda bahwa mencintai Indonesia bukan hanya dengan mengibarkan bendera. Cinta tanah air diwujudkan dengan menjaga persatuan, menaati hukum, menghormati sesama, menjaga lingkungan, bekerja dengan jujur, serta ikut berkontribusi membangun bangsa. NKRI harga mati,” pungkas Sultan Abimanyu.
Merdeka bukan berarti berhenti berjuang. Merdeka berarti memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak, memperoleh keadilan, mendapatkan pelayanan negara yang baik, serta ikut menentukan masa depan bangsa.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. (BW)