BALI – Semangat kemandirian dan jiwa entrepreneurship santri terus bermunculan di berbagai sektor. Salah satu cerita inspiratif datang dari Mas Abdul, seorang alumni Pondok Pampang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Jauh-jauh merantau ke Pulau Dewata, ia kini sukses merintis usaha unik di bidang pariwisata bahari, yaitu Jasa Pengantar Tamu Mancing Mania.
Melihat potensi laut Bali yang kaya akan ikan dan tingginya minat para penghobi mancing (angler), Mas Abdul mengambil peluang emas ini. Lokasi operasional yang ia pilih pun sangat strategis, yakni di Pantai Kelan, Bali—sebuah kawasan pantai indah yang terkenal dengan pasir putihnya dan lokasinya yang bersebelahan langsung dengan Bandara Ngurah Rai.
Fasilitas dan Jam Operasional
Bagi para pencinta joran yang ingin merasakan sensasi tarikan ikan khas laut Bali, Mas Abdul siap memberikan pelayanan terbaik. Usaha jasa ini dirancang profesional dengan jadwal yang teratur:
Lokasi Standby: Pantai Kelan, Bali
Jam Operasional: Pukul 07:00 WITA hingga 16:00 WITA
Target Spot: Area potensial di sekitar perairan Bali yang ramah bagi pemancing pemula maupun profesional.
Catatan: Dengan waktu start sejak pagi hari (07:00), para tamu bisa menikmati udara segar laut sekaligus mengejar waktu terbaik saat ikan-ikan sedang agresif mencari makan.
Dari Santri Menjadi Solusi Wisata Bahari
Keberhasilan Mas Abdul ini menuai banyak apresiasi, khususnya dari rekan-rekan sesama alumni Pondok Pampang di Tulungagung. Ia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak membatasi seseorang untuk berinovasi dan membaca peluang bisnis di luar daerah, bahkan di pusat pariwisata internasional seperti Bali.
Bagi warga Tulungagung, wisatawan domestik, maupun turis asing yang sedang berada di Bali dan ingin merasakan serunya berburu ikan di tengah laut tanpa perlu bingung mencari akses perahu dan spot terbaik, jasa dari Mas Abdul ini bisa menjadi pilihan utama.
Semoga usahanya semakin berkah, laris manis, dan bisa jadi contoh alumni2 yang lain dan bawa harum alumni di tanah rantau. Salam Strike! (najih)






Leave a Reply