Dari Santri Menjadi Juragan Bawang: Kisah Sukses Budi, Alumni Ponpes Pampang di Tanah Brebes

​BREBES – Pendidikan pesantren terbukti mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Salah satu buktinya adalah Budi, seorang alumni Pondok Pesantren Pampang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Di bawah bimbingan sang pengasuh, KH. Toha Maksum, Budi kini sukses meniti karier sebagai seorang wirausahawan sukses di sektor pertanian.
​Bukan di tanah kelahirannya, pria yang akrab disapa Mas Budi ini justru berhasil menaklukkan kerasnya persaingan dunia agrobisnis di pusat bawang merah nasional, tepatnya di Desa Wanatawang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Berbekal Mental Santri


​Memulai usaha dari bawah di daerah perantauan tentu bukan perkara mudah. Namun, Budi mengaku modal utama yang membantunya bertahan dan berkembang adalah “mental santri”—disiplin, kerja keras, tawakal, dan berkah doa dari gurunya, KH. Toha Maksum.
​Kini, ia dikenal sebagai salah satu petani sekaligus pengepul bawang merah (brambang) yang diperhitungkan di wilayah Songgom. Sistem pertanian yang dikelolanya tidak hanya menguntungkan secara pribadi, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar dengan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari proses tanam hingga masa panen.
​Memanfaatkan Media Sosial untuk Memperluas Jaringan
​Di era digital ini, Budi tidak gagap teknologi. Ia secara aktif memanfaatkan media sosial untuk membangun jejaring bisnis dan mengedukasi sesama petani. Melalui akun Facebook Aditya Prambudi dan akun TikTok budhY crome, ia kerap membagikan aktivitas harian di ladang, perkembangan harga pasar, hingga tips seputar budidaya bawang merah.
​Langkah ini membuat bisnisnya semakin dikenal luas, tidak hanya di dalam kabupaten Brebes, tetapi juga menjangkau pembeli dan mitra bisnis dari luar provinsi.
​”Kunci utama dalam bertani bawang itu sabar dan jeli melihat momentum pasar. Apa yang saya capai hari ini tidak lepas dari didikan, kemandirian, dan doa dari guru-guru saya di Pondok Pampang Tulungagung,” ujar Budi saat membagikan prinsip hidupnya.
​Bagi rekan alumni, mitra bisnis, atau masyarakat yang ingin bertukar pikiran, menjalin kerja sama bisnis bawang merah, atau sekadar menyambung tali silaturahmi, Mas Budi dapat dihubungi secara langsung melalui nomor komunikasi WhatsApp di 0823-1478-0024.
​Kisah Mas Budi menjadi potret nyata bahwa alumni pesantren memiliki daya saing yang tinggi. Berbekal ilmu agama yang matang dan etos kerja yang kuat, seorang santri mampu bertransformasi menjadi pengusaha agrobisnis yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
​Profil Singkat:
​Nama/Alumni: Mas Budi (Asuhan KH. Toha Maksum, Ponpes Pampang, Pakel, Tulungagung)
​Domisili Usaha: Desa Wanatawang, Kec. Songgom, Kab. Brebes, Jawa Tengah
​Sektor Usaha: Pertanian & Perdagangan Bawang Merah (Brambang)
​Media Sosial:
​Facebook: Aditya Prambudi
​TikTok: budhY crome
​Kontak: 082314780024

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *