BLITAR — Upaya membangun budaya sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan terus dilakukan UPT SDN Ponggok 1. Kamis (24/9/2026), sekolah tersebut melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Adiwiyata sebagai langkah awal untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, sekaligus berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Komite Sekolah, perwakilan paguyuban wali murid, jajaran UPT SDN Ponggok 1, serta perwakilan dari sekolah Adiwiyata UPT SMPN 1 Ponggok.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama bahwa program Adiwiyata bukan sekadar penghijauan atau kegiatan membersihkan lingkungan sekolah. Lebih jauh, Adiwiyata merupakan upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sekolah.
Dalam kegiatan sosialisasi, warga sekolah mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan, kebersihan, penghijauan, pengurangan sampah, pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran, hingga keterlibatan seluruh elemen sekolah dalam menjaga keberlanjutan program.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Guru, komite, wali murid dan seluruh jajaran sekolah terlihat menyatukan langkah untuk menjadikan lingkungan sekolah bukan hanya tempat belajar secara akademik, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai tanggung jawab terhadap alam.
Pengalaman dari perwakilan UPT SMPN 1 Ponggok sebagai sekolah Adiwiyata juga menjadi bahan pembelajaran bagi UPT SDN Ponggok 1. Berbagai pengalaman dan praktik yang telah dilakukan di tingkat SMP diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mempersiapkan program Adiwiyata di lingkungan sekolah dasar.
Kepala UPT SDN Ponggok 1, Dwi Retnanik, menegaskan bahwa program Adiwiyata harus dibangun melalui kebersamaan dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah.
«“Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama. Sekolah Adiwiyata bukan hanya tentang sekolah yang terlihat bersih dan hijau, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah memiliki kepedulian dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dwi Retnanik.»
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah hingga orang tua atau wali murid.
«“Kami berharap anak-anak sejak dini memiliki karakter peduli lingkungan. Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, menghemat air dan menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan ketika ada penilaian,” lanjutnya.»
Dwi Retnanik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
«“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup, komite sekolah, paguyuban wali murid, jajaran sekolah serta UPT SMPN 1 Ponggok yang telah memberikan dukungan dan berbagi pengalaman. Mudah-mudahan sinergi ini menjadi kekuatan bagi UPT SDN Ponggok 1 untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan,” katanya.»
Sementara itu, keterlibatan orang tua dan komite sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program. Sebab, pembentukan karakter peduli lingkungan tidak berhenti ketika peserta didik meninggalkan halaman sekolah, tetapi diharapkan terus terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, UPT SDN Ponggok 1 menegaskan langkahnya untuk membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Sebab, menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Ia bisa dimulai dari halaman sekolah, dari tangan-tangan kecil para siswa, dan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.
Dari sekolah, kesadaran itu tumbuh. Dari anak-anak, kebiasaan baik itu diwariskan. Dan dari lingkungan pendidikan yang peduli, harapan untuk masa depan yang lebih hijau terus dinyalakan. (Bw)