MADINAH – Perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah menyimpan berbagai kisah tentang ketulusan, pengorbanan, dan kemuliaan para sahabat Anshar. Salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah tersebut adalah Kultsum bin Hadam, sahabat Rasulullah SAW dari kalangan Anshar, Bani Amr bin Auf.
Nama Kultsum bin Hadam mungkin tidak seterkenal sahabat-sahabat lainnya. Namun, rumahnya di Quba memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Ketika Rasulullah SAW tiba di Quba dalam perjalanan hijrah, beliau disambut oleh masyarakat Anshar. Rasulullah SAW kemudian tinggal di rumah Kultsum bin Hadam selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib, yang kelak dikenal sebagai Madinah.
Kultsum bin Hadam dikenal sebagai salah seorang tokoh sepuh dari kalangan Anshar yang telah memeluk Islam sebelum Rasulullah SAW berhijrah. Ketulusan dan kerelaannya dalam menerima Rasulullah SAW menjadi bagian penting dari sejarah awal terbentuknya masyarakat Islam di Madinah.
Salah satu kisah yang paling menarik terkait rumah dan lahan miliknya adalah tanah yang kemudian menjadi lokasi Masjid Quba.
Dalam sejumlah riwayat sejarah, lahan tersebut sebelumnya merupakan pekarangan yang digunakan untuk menjemur kurma. Di tempat itulah Rasulullah SAW bersama para sahabat kemudian mendirikan Masjid Quba, yang dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah.
Tempat sederhana yang sebelumnya digunakan untuk menjemur hasil kurma tersebut kemudian menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya sebuah masjid yang namanya terus dikenang umat Islam hingga kini.
Di sanalah jejak hijrah Rasulullah SAW terpatri.
Di balik jejak tersebut terdapat sosok Kultsum bin Hadam, seorang sahabat Anshar yang membuka rumahnya dan menyediakan tempat bagi Rasulullah SAW ketika beliau tiba di Quba.
Kisah ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu diukur dari seberapa besar namanya dikenal manusia. Terkadang, sebuah rumah sederhana, sebidang tanah, dan ketulusan hati justru dapat menjadi bagian dari sejarah yang dikenang umat sepanjang zaman.
Pohon kurma, rumah sederhana, dan tanah di Quba menjadi saksi bahwa hijrah Rasulullah SAW bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Hijrah merupakan awal dari perubahan besar dalam sejarah peradaban Islam.
Kultsum bin Hadam pun menjadi salah satu sosok yang namanya terukir dalam perjalanan agung tersebut. (Red)