BLITAR – Majelis Ulama Indonesia MUI Kabupaten Blitar angkat suara dan mengecam keras beredarnya konten lagu viral yang dibawakan sejumlah penyanyi dangdut. MUI menilai lagu tersebut mengandung unsur pornografi, vulgar, dan sama sekali tidak memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
Humas MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi, menyatakan penolakan tegas terhadap konten yang dinilai telah melewati batas kesusilaan.
“Kreativitas dalam berkarya itu kami apresiasi. Tapi kebebasan berekspresi bukan berarti bebas menabrak norma agama, norma kesusilaan, dan etika masyarakat. Yang terjadi sekarang justru sebaliknya,” tegas Jamil, Jumat (18/07/2026).
Menurut MUI, viralnya lagu tersebut bukan prestasi, melainkan ancaman. Konten semacam ini berpotensi besar merusak tatanan moral publik, terutama karena dianggap menistakan martabat dan kodrat perempuan.
“Ini bukan sekadar lagu. Ini pelecehan. Lirik dan cara penyampaiannya merendahkan perempuan dan menormalisasi hal yang tidak pantas. Dampaknya tidak main-main,” ujarnya.
MUI Blitar menyoroti bahaya terbesar ada pada generasi muda. Di era media sosial, konten vulgar bisa diakses anak-anak kapan saja tanpa filter. Jika dibiarkan, kata Jamil, pola pikir generasi penerus akan rusak dan menganggap hal tidak senonoh sebagai sesuatu yang wajar.
“Ruang digital kita sedang diracuni. Kalau konten seperti ini terus dibiarkan viral, kita sedang mencetak generasi yang miskin adab,” katanya.
MUI Kabupaten Blitar mendesak semua pihak, mulai dari kreator, platform media sosial, hingga aparat penegak hukum, untuk segera mengambil tindakan. Konten yang terbukti melanggar norma dan undang-undang harus diturunkan dan tidak boleh diberi ruang.
“Stop memberi panggung untuk karya yang merusak. Kita butuh hiburan yang mencerdaskan, bukan yang membodohkan dan merusak moral bangsa,” tutup Jamil.
Hingga saat ini, video lagu tersebut masih berseliweran di TikTok, YouTube, dan Reels. MUI berharap masyarakat ikut bijak dengan tidak menyebarkan, tidak menonton, dan tidak memberi atensi pada konten yang merusak nilai bangsa.(bowo)