TULUNGAGUNG.NewsHitamPutih.com – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung melakukan aksi bergerak cepat secara serentak pada Selasa (30/6/2026) siang. Dua instansi penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), digeledah secara bersamaan terkait dugaan korupsi pengadaan tanah Kanjengan.
Pantauan di lokasi, tim penyidik yang mengenakan rompi khusus satuan khusus pemberantasan korupsi mendatangi kedua kantor dinas tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Langkah represif ini diambil untuk mencari dokumen dan alat bukti tambahan guna memperkuat penyidikan kasus yang tengah menjadi sorotan publik tersebut.
Pencarian Dokumen Krusial
Penggeledahan di dua tempat terpisah ini berjalan secara tertutup dan dijaga ketat. Petugas memeriksa sejumlah ruangan, termasuk ruang arsip dan ruang kepala dinas, guna mengamankan berkas-berkas yang berkaitan dengan proses penganggaran hingga pelaksanaan pengadaan lahan.
”Benar, hari ini Selasa (30/6/2026) siang, tim penyidik Kejari Tulungagung melakukan penggeledahan di dua titik sekaligus, yaitu Kantor BPKAD dan Dinas Pariwisata. Upaya paksa ini dilakukan untuk mengamankan sejumlah dokumen krusial terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Kanjengan,” ujar salah satu sumber internal di lingkungan Kejaksaan.
Fokus Kasus Pengadaan Tanah Kanjengan
Kasus pengadaan tanah Kanjengan sendiri telah masuk dalam radar penyelidikan intensif Kejari Tulungagung setelah ditemukan adanya indikasi mark-up anggaran serta ketidaksesuaian prosedur dalam proses pembebasan lahan. Keterlibatan BPKAD selaku pengelola aset daerah dan Dinas Pariwisata diduga kuat berkaitan erat dengan aliran dana serta peruntukan lahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan pada Selasa siang, proses penggeledahan masih berlangsung. Sejumlah pegawai di kedua instansi tersebut tampak kooperatif saat dimintai keterangan awal oleh penyidik.
Pihak Kejari Tulungagung dijadwalkan akan memberikan keterangan pers resmi secara rilis berkala begitu seluruh dokumen dan barang bukti berhasil diinventarisasi dari lokasi penggeledahan(ags).